Elias Khoury, seorang penulis terkenal asal Lebanon, telah meninggal dunia pada hari Minggu lalu. Kabar duka ini langsung direspons dengan banyak penghormatan dari penulis, akademisi, seniman, dan politisi terkemuka di Lebanon.
Khoury lahir di Beirut pada tahun 1948 dari keluarga Yunani Ortodoks. Ia merupakan sosok penting dalam sastra Arab dan banyak mengabdikan karyanya untuk perjuangan Palestina. Selain itu, Khoury dikenal sebagai pembela kebebasan berekspresi dan pengkritik tajam terhadap semua kediktatoran di dunia Arab.
Di Lebanon, Khoury dikenal sebagai aktivis politik yang gigih. Ia aktif dalam mendukung gerakan politik yang dipimpin oleh pemuda yang menentang kekuasaan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ia terpaksa mundur dari aktivitas tersebut karena sakit.
Diana Moukalled, seorang jurnalis dan co-founder Daraj Media yang juga sahabat Khoury, mengatakan bahwa Khoury selalu mendukung semua gerakan politik anti-kediktatoran di dunia Arab. "Selain nilai sastra dan politiknya, ia selalu hadir dalam setiap gerakan politik pemuda," ungkap Moukalled. "Ia adalah sosok yang berpendidikan dan memiliki sikap yang jelas terhadap keyakinan dan nilai-nilai tertentu."
Jad Shahrour, juru bicara Samir Kassir Eyes Center for Media and Cultural Freedom (SKeyes), menambahkan bahwa Khoury selalu turun ke jalan saat ada panggilan untuk protes.
Pada tahun 2000, Khoury menerima Penghargaan Palestina untuk novelnya yang berjudul "Gerbang Matahari". Novel ini bercerita tentang pengungsi Palestina di Lebanon sejak Nakba pada tahun 1948. Novel tersebut sangat dicintai di Palestina. Ketika ratusan pemuda Palestina mendirikan kamp di dekat Yerusalem untuk memprotes pemukiman Israel pada tahun 2013, mereka menamai desa sementara mereka "Bab al-Shams", yang berarti Gerbang Matahari.
"Tidak pernah dalam hidup saya, saya merasa bahwa hidup memberi lebih dari yang pantas saya terima, lebih dari saat itu, ketika sastra berubah menjadi kenyataan," kata Khoury dalam sebuah wawancara saat itu.
Meskipun novel pertama Khoury diterbitkan pada tahun 1975, tahun ketika perang saudara Lebanon dimulai, karyanya dianggap sebagai bagian dari tradisi Beirut sebelum perang, ketika kota itu adalah pusat kebudayaan.
"Tanpa dia, Beirut akan kehilangan sesuatu yang sangat penting," tambah Moukalled. Khoury akan dikenang sebagai sosok yang berpengaruh dalam dunia sastra dan perjuangan politik di Lebanon.
Elias Khoury Lebanon penulis Palestina sastra