Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mengenal Autopoiesis dalam Proses Kreatif Seni Arsitektur

Dalam dunia seni arsitektur, terdapat sebuah kursus menarik yang diadakan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang berjudul "Auto-Poiesis: The Rise and Rise of Rule-Based Creative Strategies Across the Arts". Kursus ini diajarkan oleh Mark Goulthorpe dan merupakan gabungan antara seminar dan lokakarya. Tujuan dari kursus ini adalah untuk mengidentifikasi proses kreatif radikal yang didasarkan pada "drive" generatif yang anomali atau tidak biasa.

Melalui periode avant-garde, proses-proses ini tetap cukup langka, tetapi mulai mengkristal menjadi garis-garis produksi yang dapat dikenali. Produksi ini dapat dilihat sebagai bentuk autopoiesis, yang merupakan kapasitas suatu sistem untuk mereproduksi dirinya sendiri dengan menciptakan bagian-bagian yang diperlukan. Proses-proses baru yang dihasilkan oleh para mahasiswa bertujuan untuk melampaui intuisi dan kemampuan kreatif langsung, dan tampaknya terdorong oleh alat-alat mnemonik baru yang mulai muncul selama periode avant-garde.

Dalam kursus ini, para mahasiswa diajak untuk "memburu snark" dalam proses-proses tersebut. Ini berarti mereka mencari contoh-contoh yang sudah menunjukkan praktik autopoietik, serta merumuskan bentuk-bentuk yang tepat tidak terdefinisi dalam karya-karya mereka sendiri.

Di antara karya-karya yang dihasilkan, terdapat vase yang dicetak menggunakan teknologi 3D oleh Sahil Mohan, mahasiswa MArch '24. Vase ini, beserta render-nya, menunjukkan bagaimana autopoiesis dapat menjadi proses konstruktif yang muncul dari pengamatan dan perbedaan antara hubungan, bukan hanya sekadar objek.

Beberapa gambar yang dihasilkan menunjukkan penggunaan yang playful dari kesalahan cetak 3D untuk menciptakan pola permukaan dan tekstur yang semi-prediktabel. Selain itu, para mahasiswa juga menyelidiki bagaimana kontras warna, tekstur, dan luminositas dapat menghasilkan volume permukaan dan peta tinggi yang berbeda dalam perangkat lunak Rhino dan VRay.

Kursus ini bukan hanya sekadar pelajaran tentang seni, tetapi juga sebuah eksplorasi mendalam tentang bagaimana kreativitas dapat muncul dari proses yang tidak terduga dan pengamatan yang cermat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar tentang seni arsitektur, tetapi juga tentang bagaimana mereka dapat menciptakan karya yang mencerminkan pemikiran inovatif dalam dunia yang terus berkembang.

library_books Mitarchitecture