Pada hari Sabtu, 15 Maret, Presiden Donald Trump mengadakan jamuan makan malam mewah di kediaman pribadinya, Mar-a-Lago. Acara ini tidak terdaftar dalam kalender publiknya, dan di luar bangunan, terlihat mobil-mobil mewah seperti Rolls Royce, Bugatti, dan Lamborghini diparkir rapi.
Para tamu terlihat bersenang-senang, berfoto satu sama lain dan mengagumi mobil-mobil yang dipamerkan. Namun, di balik kemewahan tersebut, pada hari yang sama, Amerika Serikat melancarkan serangan udara di Yaman yang menargetkan pemimpin Houthi. Serangan ini mengakibatkan setidaknya 53 orang tewas, termasuk anak-anak.
Menurut foto dan video yang diperoleh oleh WIRED, Trump terbang ke acara tersebut menggunakan pesawat kepresidenan, Air Force One, bersama dengan Elon Musk dan putranya yang berusia empat tahun, X. Selama akhir pekan, Musk diketahui berhubungan dekat dengan Trump serta salah satu anggota tim penasihat presiden yang terlibat dalam grup obrolan di aplikasi Signal. Dalam grup tersebut, dibagikan informasi sensitif mengenai operasi yang direncanakan. Para ahli berpendapat bahwa percakapan ini tampaknya melanggar protokol pemerintah terkait berbagi informasi.
WIRED sebelumnya melaporkan tentang jamuan makan malam ini pada 15 Maret, serta jamuan "candlelight" lain yang diadakan pada 1 Maret. Pada acara sebelumnya, tamu juga diundang untuk membayar $1 juta per orang. Acara tersebut muncul dalam jadwal publik presiden dengan catatan yang menyatakan "Presiden menghadiri Jamuan Keuangan MAGA INC. Candlelight."
Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan mengenai pertanyaan terkait jamuan tersebut, masalah keamanan, atau pedoman federal yang terlibat dengan grup obrolan Signal. Juga belum ada informasi apakah Waltz atau peserta lain dalam obrolan tersebut akan menghadapi tindakan disipliner.
Trump Mar-a-Lago Yaman serangan udara Elon Musk