Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dukungan Kamala Harris Dari Politisi Republik

Pada bulan Agustus, Geoff Duncan, mantan wakil gubernur Georgia, menyatakan dukungannya untuk Kamala Harris, yang mengejutkan banyak orang. Dukungan ini terjadi di tengah kampanye sejumlah politisi Republik yang juga menentang Donald Trump.

Duncan bukan satu-satunya. Liz Cheney, yang dulunya merupakan anggota Republik terkuat ketiga di DPR, juga mengumumkan bahwa ia akan memberikan suaranya untuk Harris. Ia didukung oleh ayahnya, mantan wakil presiden Dick Cheney, yang juga menyatakan bahwa mereka akan memilih Harris.

Empat tahun yang lalu, gerakan anti-Trump yang dikenal dengan sebutan "never-Trump" berkontribusi pada kemenangan Joe Biden. Banyak pemilih yang mendukung Trump pada pemilu 2016, kali ini memilih untuk tidak mendukungnya lagi.

Namun, situasi saat ini tampaknya berbeda. Pengaruh para "never-Trumpers" kali ini terlihat lebih lemah menjelang hari pemilihan. Ada banyak perdebatan di antara mereka tentang pilihan politik yang harus diambil.

Masyarakat kini penasaran untuk mengetahui alasan di balik perpecahan di kalangan "never-Trumpers" menjelang pemilu yang akan datang.

library_books Theeconomist