Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pernyataan Rabbi Utama Perancis tentang Israel dan Gaza Menjadi Kontroversi

Rabbi Utama Perancis, Haim Korsia, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang kontroversial mengenai tindakan Israel di Gaza. Dalam wawancara dengan stasiun televisi BFM TV, Korsia membela Israel dan mengusulkan agar negara itu "menyelesaikan pekerjaan" dalam menghadapi Hamas.

Korsia menyatakan dukungannya untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang saat ini menghadapi kemungkinan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional terkait tuduhan kejahatan perang di Gaza. Rabbi ini mengatakan bahwa kekerasan yang terjadi di Gaza merupakan "tindakan perang" dan bahwa tanggapan militer Israel adalah langkah yang diperlukan untuk "melindungi warganya". Dia menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap warga Israel yang menjadi korban konflik.

Namun, ketika seorang jurnalis menanyakan tentang jumlah korban sipil di Gaza, Korsia menanggapi, "Ini adalah tindakan perang yang tidak akan dilakukan oleh negara mana pun di dunia seperti yang dilakukan Israel, dan saya sama sekali tidak merasa malu dengan cara Israel menjalankan pertempuran." Pernyataan ini menimbulkan banyak reaksi dari publik.

Ketika ditanya apakah dia mengecam pembantaian di Gaza seperti yang dia lakukan terhadap kematian warga Israel pada 7 Oktober, Korsia menanggapi, "Mereka tidak berada dalam kategori yang sama." Jawaban ini semakin memicu perdebatan dan kritik terhadap pandangannya.

Aymeric Caron, seorang anggota parlemen Prancis, dengan tegas mengecam pernyataan Korsia, menyebutnya sebagai pembenaran untuk "genosida di Gaza". Caron berkomentar, “Topeng telah terlepas begitu banyak dalam beberapa bulan terakhir. Rabbi Utama Haim Korsia dengan tenang mengklaim bahwa ia mendukung genosida yang sedang berlangsung di Gaza, yang dianggapnya layak.” Dia menambahkan bahwa pernyataan rabbi tersebut merupakan "pembelaan untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan".

Selain itu, Arnaud Bertrand, seorang analis Prancis, mengungkapkan di platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter: “Dan saya pikir para pemimpin agama seharusnya membela nilai moral dan kesucian hidup.” Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan terhadap sikap Korsia yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pemimpin agama.

library_books Middleeasteye