Elon Musk, seorang miliarder dan pendiri perusahaan teknologi, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan yang dianggap mengandung lelucon berbahaya mengenai Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Unggahan tersebut, yang kini sudah dihapus, memicu tren hashtag #DeportElonMusk di platform media sosial X, yang merupakan milik Musk sendiri.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu setelah adanya dugaan percobaan pembunuhan kedua terhadap mantan Presiden Donald Trump di klub golfnya di Florida. Dalam unggahannya, Musk menjawab pertanyaan dari pengguna lain yang bertanya, "Mengapa mereka ingin membunuh Donald Trump?" Dengan nada yang dianggap tidak pantas, Musk menyampaikan pertanyaan retoris, "Mengapa tidak ada yang mencoba membunuh Biden/Kamala?"
Kritik terhadap Musk semakin menguat, terutama karena dia sebelumnya telah mengungkapkan dukungannya terhadap Trump. Unggahan ini dianggap sebagai bagian dari serangkaian postingan politik Musk yang semakin memicu kontroversi dan kekhawatiran. Para ahli menyatakan bahwa pernyataan-pernyataan seperti ini dapat menimbulkan risiko signifikan bagi keamanan nasional, terutama mengingat kontrak besar yang dimilikinya dengan pemerintah AS melalui perusahaan luar angkasa miliknya, SpaceX.
Musk dituduh dapat menginspirasi kekerasan politik lebih lanjut dengan retorika yang ia gunakan. Kejadian ini menunjukkan bagaimana kata-kata publik figur dapat memiliki dampak yang luas dan berbahaya, terutama dalam konteks politik yang sudah sangat terpolarisasi.
Kontroversi ini mengingatkan kita akan pentingnya tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang yang berpengaruh dalam berbicara di publik, terutama mengenai isu-isu sensitif yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan.
Sementara itu, netizen ramai berdiskusi tentang apa yang seharusnya dilakukan terhadap Musk, termasuk beberapa yang meminta agar dia dideportasi dari Amerika Serikat. Kasus ini juga menjadi pembicaraan hangat di berbagai media, menciptakan ketegangan lebih lanjut dalam situasi politik yang sudah rumit.
Elon Musk postingan kontroversial Biden Kamala Harris keamanan nasional