Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Empat Penulis Terkenal Mundur dari The Jewish Chronicle

Empat kolumnis terkenal dari surat kabar Inggris, The Jewish Chronicle, telah mengundurkan diri sebagai respons terhadap skandal yang melibatkan seorang penulis lepas. Penulis tersebut, Elon Perry, dituduh memalsukan klaim terkait konflik antara Israel dan Hamas di Gaza.

Para kolumnis yang mengundurkan diri adalah David Baddiel, Jonathan Freedland, David Aaronovitch, dan Hadley Freeman. Mereka mengumumkan keputusan mereka melalui pernyataan dan unggahan di media sosial X.

Skandal ini dimulai setelah The Jewish Chronicle menerbitkan artikel oleh Elon Perry bulan ini. Dalam artikelnya, Perry mengklaim bahwa sebuah dokumen telah ditemukan di Jalur Gaza, menunjukkan rencana pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, untuk menyelundupkan diri dan beberapa sandera Israel keluar dari Gaza melalui Koridor Philadelphi menuju Iran.

Namun, Angkatan Bersenjata Israel menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya dokumen tersebut. Klaim Perry juga mengingatkan pada pernyataan terbaru dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang memunculkan spekulasi tentang adanya penyebaran informasi palsu sebagai bagian dari kampanye disinformasi.

Investigasi atas Perry oleh The Jewish Chronicle dimulai segera setelah Angkatan Bersenjata Israel mengumumkan penyelidikan mereka sendiri terhadap dokumen-dokumen yang bocor dari Gaza. Dokumen tersebut diduga bertujuan untuk mempengaruhi opini publik mengenai negosiasi sandera.

Jonathan Freedland mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial X. Ia membagikan salinan surat yang ia kirimkan kepada pemimpin redaksi The Jewish Chronicle, Jake Wallis Simons. Dalam suratnya, Freedland menyatakan, "Tentu saja, semua surat kabar membuat kesalahan dan menerbitkan artikel yang tidak disukai oleh para penulis. Masalah dalam kasus ini adalah tidak ada akuntabilitas yang nyata karena JC dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang yang menolak untuk mengungkapkan identitas mereka. Seperti yang Anda ketahui, saya dan yang lainnya telah lama mendesak transparansi, dan telah menyampaikannya kepada Anda secara pribadi – tetapi tidak ada yang berubah."

Pengunduran diri para penulis ini menambah kehebohan di dunia media, terutama dalam konteks berita yang sensitif mengenai konflik di Gaza. Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari The Jewish Chronicle dan hasil investigasi yang sedang berlangsung.

library_books Middleeasteye