Calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema, yang lebih dikenal sebagai Ansy Lema, lahir pada 27 Maret 1976. Ansy Lema adalah seorang aktivis reformasi tahun 1998 dan juga politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR-RI untuk periode 2019 hingga 2024.
Dalam Pemilihan Legislatif 2024, Ansy Lema terpilih kembali menjadi anggota DPR RI, namun ia memilih untuk mengundurkan diri demi mengikuti Pemilihan Gubernur NTT. Dalam perlombaan ini, ia berpasangan dengan Jane Natalia Suryanto.
Salah satu fokus utama dari kampanye Ansy Lema adalah kesejahteraan para nelayan di NTT. Ia berjanji untuk menawarkan sistem perizinan satu pintu yang terpadu, murah, transparan, cepat, dan berorientasi melayani. Hal ini bertujuan untuk mempermudah semua proses perizinan yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan.
Ansy Lema menekankan pentingnya reformasi birokrasi dalam pengelolaan perizinan. Ia ingin memperbaiki tata kelola untuk kepemilikan kapal, operasional kapal, pembatasan zonasi tangkapan ikan, dan pengaturan bahan bakar minyak.
Sikap tegas Ansy Lema terlihat dari penolakannya terhadap rencana impor beras sebanyak 1 juta ton dan garam industri sebanyak 3 juta ton. Ia juga berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program food estate, mengatasi virus Flu Babi Afrika (ASF) di NTT, serta mengevaluasi kebijakan subsidi pupuk yang dinilai tidak efektif.
Ansy juga mendesak pemerintah untuk serius dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, ia mempertanyakan rencana penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional atau Taman Wisata Alam.
Dengan visi dan misi yang jelas, Ansy Lema berupaya untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat NTT, terutama bagi kesejahteraan nelayan di daerah tersebut.
Yohanis Lema calon gubernur NTT kesejahteraan nelayan reformasi birokrasi