Jakarta - Anggota DPRD RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, menyampaikan pentingnya perubahan paradigma mengenai isu kesetaraan gender dalam sidang ke-69 Komite Status Perempuan atau Commission on the Status of Women (CSW) yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York.
Dalam pernyataannya, Irine mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tren global yang menunjukkan bahwa perjuangan untuk kesetaraan gender mengalami kendala atau bisa dikatakan 'off track'. Hal ini menjadi perhatian penting, terutama bagi Indonesia yang mencatatkan peningkatan angka kerja perempuan sebesar 3% sejak tahun 2023. Namun, angka tersebut masih jauh dari yang diharapkan.
"Angka tersebut belum lah ideal. Kita harus terus berjuang untuk mencapai kesetaraan yang sesungguhnya bagi perempuan di Indonesia," ujar Irine dalam sidang tersebut.
Lebih lanjut, Irine menekankan pentingnya tindakan afirmatif untuk perempuan sebagai langkah untuk mengatasi ketidaksetaraan gender yang masih ada. Ia mengajak seluruh anggota parlemen di dunia untuk memaksimalkan fungsi legislasi, melakukan pengawasan, dan alokasi anggaran yang tepat untuk mempromosikan keadilan gender dan melindungi hak-hak perempuan.
Irine berharap dengan adanya kerjasama dari seluruh negara, isu kesetaraan gender bisa menjadi lebih baik di masa depan. Ia percaya bahwa dengan komitmen dan tindakan nyata, kita bisa menciptakan dunia yang lebih adil bagi perempuan.
Acara ini menjadi salah satu forum penting di mana berbagai negara berkumpul untuk membahas isu-isu terkait perempuan dan kesetaraan gender. Irine Yusiana Roba Putri, sebagai wakil dari Indonesia, berharap kontribusinya dapat menginspirasi perubahan dan tindakan nyata bagi perempuan di seluruh dunia.
Irine Yusiana kesetaraan gender PBB perempuan