London, 22 Maret 2025 - Bandara Heathrow, yang merupakan bandara terbesar di Eropa, terpaksa menghentikan operasinya sepanjang hari akibat kebakaran yang terjadi di sebuah gardu listrik di dekat lokasi. Namun, pada malam ini, pihak pengelola bandara mengumumkan bahwa mereka akan kembali melanjutkan operasi, meskipun dengan pembatasan.
Menurut informasi yang disampaikan melalui situs resmi bandara, langkah tersebut diambil untuk memastikan keamanan penumpang dan karyawan. Meskipun operasi kembali dimulai, mereka hanya akan menjalankan layanan terbatas hingga situasi benar-benar aman.
National Grid, perusahaan penyedia listrik di Inggris, menginformasikan bahwa mereka telah menemukan solusi sementara untuk memulihkan pasokan listrik di Bandara Heathrow. Kebakaran di gardu listrik yang mengakibatkan gangguan ini menyebabkan lebih dari 1.300 penerbangan dibatalkan atau dialihkan, dan sekitar 200.000 penumpang terkena dampaknya.
Pihak bandara meminta penumpang untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka untuk informasi lebih lanjut. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap dapat mengoperasikan semua penerbangan yang telah dijadwalkan pada hari Sabtu besok.
Polisi London, melalui Metropolitan Police, menyatakan bahwa saat ini mereka tidak menduga adanya tindakan sabotase terkait kebakaran tersebut. Meskipun tidak ada indikasi bahwa kejadian ini disengaja, mereka tetap membuka kemungkinan untuk menyelidiki semua arah. "Mengingat lokasi gardu listrik dan dampaknya terhadap infrastruktur nasional yang kritis, unit anti-teror Met sedang memimpin penyelidikan ini," kata juru bicara kepolisian. Dengan sumber daya dan kemampuan khusus yang dimiliki oleh unit tersebut, diharapkan penyelidikan dapat cepat maju.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas karena mempengaruhi banyak penumpang dan layanan penerbangan di seluruh Eropa. Diharapkan, dengan kembalinya operasi bandara, situasi akan segera normal kembali.
Bandara Heathrow London kebakaran penerbangan listrik