JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,14% pada sesi I Jumat, 23 Maret 2025, mencapai level 6.245,147. Penurunan ini dipicu oleh banyaknya sektor yang mengalami kerugian, terutama sektor konsumer non primer yang turun 3,02%.
Saham AMRT menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 7,04%. Selain itu, sektor barang baku juga mengalami penurunan sebesar 2,07%, dengan saham AMMN turun 2,40% dan BRMS turun 5,43%. Sektor konsumen primer juga tidak luput dari penurunan, di mana saham UNVR mengalami penurunan sebesar 2,68%.
Pergerakan IHSG ini terjadi setelah FTSE Russell mengklasifikasikan beberapa perusahaan ke dalam kelompok menengah atau Mid Cap. Dari sisi emiten, saham perbankan besar juga memberikan dampak signifikan terhadap IHSG. Saham BBNI turun 4,16%, BMRI turun 3,89%, dan BBRI turun 1,91%.
Dari berita global, bursa ekuitas Wall Street juga berakhir sedikit lebih rendah pada hari Kamis. Hal ini disebabkan oleh investor yang mencerna data ekonomi terbaru dari AS dan pernyataan kebijakan dari The Fed terkait kekhawatiran tarif yang diterapkan oleh Presiden Trump.
Dengan IHSG yang kembali melemah dan berada di kisaran 6.200-an, banyak yang bertanya-tanya kemana arah pasar selanjutnya. Sektor dan saham apa saja yang masih direkomendasikan di tengah lanjutan pelemahan IHSG ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, akan ada pembahasan lebih lanjut di IDX 2nd session closing yang akan disiarkan langsung sore ini pukul 15:30 WIB di IDX Channel. Anda bisa menyaksikannya melalui berbagai saluran seperti MNC VISION Channel 100, MNC PLAY Channel 128 HD, INDI HOME Channel 119, FIRST MEDIA Channel 389, K-VISION Channel 129, OXYGEN Channel 137, dan MY REPUBLIK Channel 576. Selain itu, juga tersedia LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS store.
IHSG Bursa Efek penurunan sektor konsumer Wall Street