Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyampaikan pendapatnya tentang penyanyi terkenal sekaligus aktivis politik, Taylor Swift. Reaksi Trump muncul setelah Swift memberikan dukungan kepada Kamala Harris dalam pemilihan presiden mendatang. Swift juga mengajak penggemarnya untuk memberikan suara, tetapi dengan catatan hanya jika mereka memilih dengan cara yang dianggapnya "benar".
Melalui akun media sosialnya, Truth Social, Trump mengekspresikan ketidaksukaannya dengan kata-kata yang sangat tegas, "SAYA BENAR-BENAR TIDAK SUKA TAYLOR SWIFT!" Pernyataan ini menunjukkan gaya khas Trump yang langsung dan tanpa basa-basi.
Sementara itu, di platform media sosial lain, sebuah meme yang menjadi viral menggambarkan ketidakpuasan para pendukung Partai Republik terhadap keterlibatan politik Swift. Meme tersebut dengan cerdas mengekspresikan pandangan bahwa, "Sebelum Anda membiarkan Taylor Swift memengaruhi suara Anda, izinkan saya mengingatkan bahwa 90% lagu hitnya tentang memilih orang yang salah."
Keterlibatan Taylor Swift dalam politik bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia telah mengambil sikap dalam berbagai isu sosial dan politik, serta mendorong para penggemarnya untuk terlibat dalam proses pemilihan. Namun, reaksi yang ditunjukkan oleh Trump dan beberapa anggota Partai Republik menunjukkan bahwa tidak semua orang sependapat dengan cara Swift memanfaatkan ketenarannya untuk memengaruhi politik.
Situasi ini menyoroti bagaimana selebritas dapat memengaruhi opini publik dan pilihan politik, terutama di kalangan generasi muda yang menjadi penggemar mereka. Seperti yang terlihat, dukungan Swift kepada Kamala Harris telah menimbulkan reaksi yang kuat dari berbagai pihak, dan menunjukkan bahwa politik sering kali dapat menjadi topik yang kontroversial bahkan di kalangan para penggemar musik.
Dengan pemilihan presiden yang semakin dekat, perdebatan tentang peran selebritas dalam politik kemungkinan akan terus berlanjut.
Donald Trump Taylor Swift pemilihan presiden Kamala Harris