Shein, sebuah raksasa fashion cepat, telah mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa berkat model bisnis yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Namun, pertumbuhan yang cepat ini membawa konsekuensi yang sangat besar bagi lingkungan kita.
Pada tahun 2023, jejak karbon Shein mencapai sekitar 16,7 juta ton CO2 setara, yang lebih tinggi daripada merek terkenal lainnya seperti Zara. Bahkan, emisi karbon Shein dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan total emisi dari merek-merek besar seperti Nike, H&M, dan LVMH digabungkan. Ini menunjukkan betapa besar dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan ini.
Meskipun AI telah membantu Shein dalam mengoptimalkan persediaan dan meminimalkan limbah, rantai pasokan ultra-cepat yang digunakan perusahaan ini sangat bergantung pada bahan-bahan sintetis yang murah dan proses produksi yang menggunakan batu bara. Hal ini menciptakan masalah besar, karena produksi dengan cara seperti ini tidak ramah lingkungan.
Selain itu, sekitar 38% emisi yang dihasilkan oleh Shein terkait dengan pengiriman udara. Pengiriman udara adalah cara yang cepat untuk mengirimkan barang, tetapi juga salah satu penyebab terbesar emisi karbon, yang berkontribusi pada perubahan iklim.
Pertumbuhan pesat Shein terus berlanjut, tetapi penting untuk menyadari bahwa setiap pakaian yang kita beli memiliki dampak terhadap lingkungan. Dengan semakin banyaknya orang yang membeli dari Shein, tantangan untuk menjaga bumi kita tetap bersih dan sehat semakin besar. Kita semua perlu lebih sadar akan pilihan yang kita buat dalam belanja fashion.
Shein fashion cepat dampak lingkungan emisi karbon AI