Yordania, 2023 – Raja Abdullah II telah melantik Jafar Hassan sebagai Perdana Menteri baru kerajaan Yordania. Penunjukan ini dilakukan setelah pemilihan umum yang berlangsung pada hari Selasa lalu.
Dalam pernyataan resmi, istana mengumumkan bahwa Jafar Hassan diangkat setelah pendahulunya, Bisher Khasawneh, mengajukan pengunduran diri kepada raja pada hari Minggu. Jafar Hassan yang berusia 56 tahun sebelumnya menjabat sebagai menteri perencanaan dan kepala staf raja.
Raja Abdullah II meminta agar Hassan "meng动kan semua upaya untuk mendukung ketahanan saudara-saudara Palestina" yang berada di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan "Yerusalem yang suci". Raja juga menekankan pentingnya menggunakan "semua energi kita melalui gerakan Arab dan internasional untuk melindungi rakyat Palestina dan menghentikan serangan serta pelanggaran prinsip kemanusiaan dan hukum internasional".
Pemilihan umum ini adalah yang pertama di bawah undang-undang pemilihan baru yang bertujuan untuk meningkatkan peran partai politik di dalam parlemen yang memiliki 138 kursi. Sebelumnya, parlemen Yordania didominasi oleh kelompok tribal dan pro-pemerintah.
Partai Aksi Islam (IAF), yang merupakan sayap politik dari Ikhwanul Muslimin, berhasil meraih hingga seperlima kursi di bawah undang-undang pemilihan 2022. Undang-undang baru ini memberikan alokasi 41 dari 138 kursi kepada partai-partai politik untuk pertama kalinya.
Meskipun demikian, parlemen masih didominasi oleh anggota yang berasal dari kelompok tribal, sentris, dan pro-pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan, pengaruh kelompok-kelompok tersebut masih sangat kuat di dalam struktur kekuasaan Yordania.
Yordania Raja Abdullah II Jafar Hassan Perdana Menteri pemilihan umum