Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Benzodiazepin: Obat Populer dengan Risiko Serius

Selama enam dekade terakhir, ratusan juta orang telah menggunakan obat benzodiazepin, termasuk Xanax, Klonopin, Ativan, dan Valium. Obat-obatan ini sering diresepkan oleh psikiater dan dokter umum untuk membantu mengatasi kecemasan ringan hingga insomnia, menjadikannya beberapa obat psikiatrik yang paling umum diresepkan di Amerika Serikat.

Benzodiazepin telah menjadi bagian dari budaya pop, muncul dalam lagu-lagu Lil Wayne dan acara HBO, "The White Lotus," sebagai simbol ketenangan kimia. Namun, bagi sebagian orang, menghentikan penggunaan obat ini bisa sangat sulit. Banyak yang mengalami gejala kecemasan yang lebih parah dibandingkan sebelum menggunakan obat tersebut. Gejala tersebut bisa termasuk ketidakmampuan untuk duduk diam, kehilangan ingatan, mual, dan lebih banyak lagi.

Dokter menggambarkan dampak unik dari penarikan benzodiazepin sebagai sesuatu yang mirip dengan gangguan neurologis. Menurut Dr. Alexis Ritvo, direktur medis dari organisasi nirlaba Alliance for Benzodiazepine Best Practices, antara 15% hingga 44% pengguna benzodiazepin kronis mengalami gejala penarikan yang sedang hingga berat. Sementara itu, 10% hingga 15% mengalami gejala berkepanjangan yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan setelah mereka berhenti mengonsumsi obat tersebut. Rasa sakit yang dirasakan oleh beberapa orang sangat parah hingga mereka mempertimbangkan untuk mengakhiri hidup mereka.

Pada tahun 2023, sekelompok ilmuwan dan aktivis mengusulkan istilah baru untuk kondisi ini: disfungsi neurologis yang disebabkan oleh benzodiazepin, atau BIND. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek penarikan ini. Saat ini, belum jelas siapa yang akan mengalami kesulitan saat berhenti mengonsumsi obat ini dan siapa yang tidak.

Laporan dari sebuah jurnal mengungkapkan wawancara dengan hampir empat puluh dokter, peneliti, serta pasien atau anggota keluarga pasien yang pernah diresepkan benzodiazepin. Pasien-pasien ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter, kurir pos, veteran, pekerja teknologi, hingga eksekutif bisnis dan ibu baru. Semua dari mereka mengaku hidup mereka berubah total akibat efek parah dari obat ini.

library_books Wsj