Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Risiko Perang Regional Antara Israel dan Hezbollah Menurun

Risiko terjadinya perang regional di Timur Tengah telah menurun setelah serangkaian baku tembak antara Israel dan kelompok Hezbollah. Pernyataan ini disampaikan oleh Jenderal Charles Q. Brown, ketua Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Senin, Brown mengatakan bahwa peluang terjadinya konflik besar kini telah "sedikit" berkurang.

Setelah pertempuran yang intens, Israel dan Hezbollah berusaha untuk meredakan ketegangan yang hampir memicu perang lebih luas. Namun, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa mereka masih percaya bahwa Iran dalam posisi untuk menyerang. Jurubicara keamanan nasional, John Kirby, menegaskan, "Kami percaya mereka masih siap dan dalam posisi untuk melancarkan serangan jika mereka ingin melakukannya, itulah sebabnya kami memiliki kekuatan tambahan di kawasan ini."

Jenderal Brown tiba di Israel pada hari Minggu, hanya beberapa jam setelah Israel melakukan serangkaian serangan udara ke posisi Hezbollah yang dibarengi dengan peluncuran ratusan roket oleh kelompok yang didukung Iran tersebut ke wilayah Israel. Ketegangan di kawasan tersebut telah meningkat selama lebih dari tiga minggu akibat pembunuhan dua pemimpin penting, Ismail Haniyeh dari Hamas di Tehran dan Fuad Shukr, komandan militer senior Hezbollah, di Beirut.

Meskipun Brown tidak menyebutkan intelijen AS spesifik yang mendasari penilaian tersebut, baik Israel dan Hezbollah membuat pernyataan yang menunjukkan bahwa keduanya tampaknya menarik mundur dari eskalasi lebih lanjut. Para analis sebelumnya mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut telah memposisikan Hezbollah dan Iran pada posisi defensif, menunjukkan penetrasi intelijen Israel yang mendalam terhadap operasional mereka.

Thomas Juneau, seorang ahli Iran dari Universitas Ottawa, menjelaskan, "Apa yang kami ketahui sebelum pembunuhan Haniyeh dan Shukr kini semakin jelas. Hezbollah dan Iran tidak dapat menghadapi perang total dengan AS dan Israel karena posisi mereka yang lebih lemah."

library_books Middleeasteye