Pada tahun 2018, para peneliti melakukan penemuan mengejutkan di permafrost Siberia. Mereka menemukan seekor anjing kuno yang sangat terawat, yang diberi nama Dogor yang berarti "teman" dalam bahasa Yakutian. Diperkirakan, Dogor berusia sekitar 18.000 tahun.
Salah satu yang membuat Dogor sangat istimewa adalah kondisi pelestariannya yang luar biasa. Anjing ini memiliki bulu, kumis, bulu mata, dan bahkan jaringan hidung yang masih utuh. Para ilmuwan sangat terkesan dengan kondisi Dogor, dan mereka menyebutnya sebagai hewan dari Zaman Es yang paling terawat yang pernah ditemukan.
Namun, ada satu misteri yang belum terpecahkan. Uji DNA yang dilakukan oleh para peneliti belum dapat menentukan secara pasti apakah Dogor adalah seekor serigala atau anjing. Dogor mungkin mewakili tahap transisi dalam proses domestikasi anjing, mungkin dari periode ketika serigala mulai menjadi anjing.
Penemuan ini memberikan wawasan yang berharga tentang sejarah dan evolusi hubungan antara manusia dan anjing. Dengan mempelajari Dogor, para peneliti dapat lebih memahami bagaimana anjing modern mungkin berasal dari nenek moyang mereka yang liar. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memberikan lebih banyak informasi tentang kehidupan anjing di masa lalu dan bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Penelitian ini melibatkan Universitas Queen Mary, London, yang berfokus pada pengembangan teknik untuk menganalisis DNA kuno. Dengan teknologi modern, para ilmuwan berharap dapat mengungkap lebih banyak rahasia dari hewan-hewan yang telah lama punah.
Dogor bukan hanya sekadar penemuan ilmiah, tetapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga dan memahami sejarah alam. Penemuan seperti ini dapat membantu kita lebih menghargai makhluk hidup yang ada di sekitar kita sekarang ini.
Dogor anjing kuno Siberia permafrost penelitian DNA