Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Presiden Duterte Dikirim ke Den Haag Setelah Penangkapan oleh ICC

Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, kini berada di Den Haag setelah ditangkap oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Penangkapan ini terjadi pada tanggal 11 Maret, bersamaan dengan peringatan 14 tahun gempa bumi dan tsunami di Tohoku, Jepang.

Sejumlah aktivis di Filipina menggelar protes untuk mendukung penangkapan Duterte. Mereka menggunakan lampu dari ponsel mereka untuk menerangi malam sebagai bentuk dukungan. Protes ini berlangsung di Quezon City, Metro Manila.

Duterte yang dikenal karena kebijakannya yang kontroversial, menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia selama masa jabatannya. Penangkapan ini menandai langkah besar dalam upaya internasional untuk mengadili para pemimpin yang dianggap telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Di tengah berita penangkapan ini, Duterte juga terlihat menghadiri sebuah kampanye di Hong Kong pada tanggal 9 Maret, di mana ia menyapa para pendukungnya. Meskipun menghadapi masalah hukum, ia masih mendapatkan dukungan dari sebagian warga Filipina.

Di sisi lain, pada tanggal 1 Maret, sebuah upacara pemakaman diadakan untuk mengenang korban pembunuhan di luar proses hukum. Pastor Flavie Villanueva terlihat memeluk Melinda Lafuente, yang memegang sebuah urn berisi sisa-sisa anaknya, Angelo, dalam sebuah ceremoni di Caloocan City, Metro Manila. Hal ini menunjukkan dampak mendalam dari kebijakan yang diterapkan selama masa kepemimpinan Duterte.

Pada saat yang sama, berita dari luar negeri juga menarik perhatian. Presiden Cina, Xi Jinping, terlihat meninggalkan upacara pembukaan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat di Beijing pada tanggal 4 Maret. Sementara itu, di Jepang, pohon sakura di Kawazu mulai mekar lebih lambat dari biasanya akibat cuaca dingin, menarik banyak pengunjung pada tanggal 2 Maret.

Peristiwa ini menggambarkan betapa beragamnya isu-isu yang sedang dihadapi baik di dalam maupun luar negeri. Penangkapan Duterte menjadi sorotan internasional dan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat.

library_books Nikkeiasia