Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penelitian Baru: Chatbot Bisa Bantu Orang Tinggalkan Teori Konspirasi

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan minggu ini dalam jurnal ilmiah 'Science' memberikan harapan bahwa banyak orang dapat dan akan meninggalkan teori konspirasi jika berada dalam keadaan yang tepat. Penelitian ini menguji apakah percakapan dengan chatbot yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) generatif dapat berhasil melibatkan orang-orang yang percaya pada teori konspirasi populer, seperti anggapan bahwa serangan 11 September diatur oleh pemerintah Amerika dan bahwa virus COVID-19 adalah usaha yang dibuat oleh "elit global" untuk mengendalikan masyarakat.

Dalam studi ini, sebanyak 2.190 peserta terlibat dalam percakapan yang disesuaikan tentang satu teori konspirasi pilihan mereka dengan menggunakan GPT-4 Turbo dari OpenAI. Model ini telah dilatih dengan banyak data dari internet dan sumber yang berlisensi.

Setelah diskusi berlangsung, para peneliti menemukan bahwa ada pengurangan 20 persen dalam keyakinan terhadap teori konspirasi tersebut. Penurunan ini tetap ada bahkan dua bulan setelah interaksi mereka dengan chatbot.

David Rand, salah satu penulis studi ini, menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa pikiran orang bisa diubah dengan fakta, meskipun ada pesimisme tentang kemungkinan tersebut. "Bukti tidak mati," kata Rand kepada Mashable. "Fakta dan bukti sangat penting bagi banyak orang."

Studi ini mengindikasikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, orang-orang bisa lebih terbuka untuk mempertimbangkan informasi baru dan mengubah pandangan mereka. Ini adalah langkah positif dalam upaya melawan penyebaran teori konspirasi yang sering kali tidak berdasar.

library_books Mashable