Perusahaan milik taipan Hong Kong, Li Ka-shing, yaitu CK Hutchison Holdings, baru-baru ini menjual pelabuhan yang berada di Kanal Panama. Penjualan ini memicu kritik keras dari media pro-Beijing. Dalam sebuah komentar yang diterbitkan oleh Ta Kung Pao, sebuah publikasi yang mendukung Beijing, penjualan tersebut disebut sebagai "pengkhianatan terhadap semua orang China".
Komentar ini dibagikan secara lengkap oleh Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Beijing di situs resminya pada malam hari Kamis. Banyak pihak berspekulasi bahwa serangan tajam ini terhadap Hutchison mencerminkan pemikiran pemerintah pusat dan bisa jadi merupakan cara tidak langsung untuk memberi tekanan pada perusahaan tersebut agar mempertimbangkan kembali transaksi yang telah dilakukan.
Kritik ini menunjukkan betapa sensitifnya hubungan antara bisnis dan politik di Hong Kong, terutama dalam konteks perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut. CK Hutchison Holdings adalah salah satu perusahaan terbesar di Hong Kong dan memiliki banyak investasi di berbagai sektor.
Penjualan pelabuhan di Panama menjadi sorotan karena dianggap sebagai langkah yang dapat merugikan kepentingan nasional. Sejak beberapa waktu yang lalu, pemerintah Beijing semakin memperhatikan tindakan perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak selaras dengan kepentingan negara.
Dengan adanya kritik ini, banyak yang bertanya-tanya tentang langkah selanjutnya dari CK Hutchison. Apakah mereka akan meninjau kembali keputusan ini atau tetap pada jalur yang telah dipilih? Ini adalah pertanyaan yang kini mengemuka di kalangan pengamat politik dan ekonomi di Hong Kong serta di luar negeri.
CK Hutchison Li Ka-shing kritik Panama Hong Kong