Pada hari Sabtu, 14 September, Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas di Gaza telah meningkat menjadi 41.182 orang akibat serangan oleh pasukan Israel. Angka ini menunjukkan tingginya dampak konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Di pagi hari yang sama, sebuah serangan udara Israel mengenai sebuah rumah di Kota Gaza, yang mengakibatkan kematian 11 anggota keluarga yang tinggal di dalamnya. Selain itu, laporan dari Palang Merah Palestina menyatakan bahwa setidaknya 26 orang lagi telah kehilangan nyawa akibat serangan udara Israel di Gaza pada hari yang sama.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menekankan pentingnya segera mencapai kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, sehari sebelumnya.
Ratusan pelayat telah berkumpul untuk mengikuti pemakaman Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis Turki-Amerika yang tewas akibat serangan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Mereka mengibarkan bendera Turki dan Palestina sebagai bentuk dukungan.
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Abdullah bin Zayed Al Nahyan, menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam rencana pasca-perang untuk Gaza kecuali negara Palestina didirikan. Pernyataan ini disampaikan melalui akun media sosialnya.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menuduh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, bersikap anti-Semit dan bermusuhan terhadap Israel. Katz mengklaim bahwa Borrell sering mendorong resolusi dan sanksi terhadap negara tersebut.
Sebuah laporan dari Channel 13 Israel mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk memperluas operasi militer di wilayah utara.
Pemimpin deputi Hezbollah memperingatkan bahwa jika Israel meluncurkan perang skala penuh untuk mengembalikan 100.000 orang yang terpaksa mengungsi ke rumah mereka dekat perbatasan Lebanon, hal itu justru dapat mengakibatkan pengungsian "ratusan ribu" orang lagi.
Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, menuduh Israel melakukan pemusnahan secara perlahan dengan cara kelaparan terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Konflik ini terus berlanjut dan mempengaruhi banyak orang. Perhatian dunia saat ini tertuju pada situasi yang semakin memburuk di wilayah tersebut.
Gaza Korban Tewas Israel Perdana Menteri Inggris Gencatan Senjata