Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE), Abdullah bin Zayed, mengumumkan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam rencana pasca-perang di Gaza kecuali jika sebuah negara Palestina didirikan. Pernyataan ini disampaikan melalui akun X-nya.
Kepala diplomasi UAE ini menegaskan pentingnya pengakuan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan pembentukan negara Palestina sebagai syarat untuk keterlibatan UAE dalam proses rekonstruksi Gaza. Dalam situasi yang sedang berlangsung, banyak pihak yang mengharapkan perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Pernyataan Abdullah bin Zayed muncul di tengah berita yang menyebutkan bahwa UAE sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam kekuatan Arab yang akan mengawasi Gaza sementara setelah konflik berakhir. Hal ini menunjukkan keterlibatan yang mungkin dari negara-negara Arab dalam membantu memulihkan kondisi di Gaza, namun UAE menekankan bahwa tanpa adanya pengakuan terhadap negara Palestina, mereka tidak akan berpartisipasi.
Dalam pandangan Abdullah bin Zayed, situasi di Gaza tidak akan bisa diselesaikan secara menyeluruh tanpa adanya solusi yang jelas untuk hak-hak rakyat Palestina. Dia menekankan bahwa pembentukan negara Palestina adalah langkah yang sangat penting untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Pernyataan ini mencerminkan sikap UAE yang tegas dalam mendukung Palestina dan menunjukkan bahwa mereka sangat memperhatikan perkembangan yang terjadi di wilayah tersebut. Sementara itu, masyarakat internasional terus memantau situasi di Gaza dan menunggu langkah-langkah konkret untuk menciptakan perdamaian.
UAE Gaza Abdullah bin Zayed negara Palestina pasca-perang