Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Krisis Kesehatan Ibu Hamil di Amerika

Krisis Kesehatan Ibu Hamil di Amerika

Setelah melahirkan, Katie Harrington yang berusia 28 tahun terpaksa kembali ke rumah sakit. Dokter memasangnya pada obat untuk mencegah kejang dan menurunkan tekanan darah. Katie didiagnosis dengan preeklamsia, sebuah komplikasi yang berbahaya selama dan setelah kehamilan.

Angka kasus preeklamsia dan gangguan lain yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2007 dan 2019. Dr. Sadiya Khan, seorang profesor di Northwestern University Feinberg School of Medicine, mengatakan, "Ini bukan lagi temuan yang langka." Sekitar 1 dari 7 kehamilan setiap tahunnya mengalami komplikasi ini.

Kondisi ini merupakan bagian dari krisis kesehatan yang dialami oleh ibu hamil dan ibu baru di Amerika. Menurut data, angka kematian ibu di Amerika Serikat adalah yang tertinggi di antara negara-negara berpenghasilan tinggi dan terus meningkat sejak tahun 2018, meskipun angka tersebut tidak termasuk lonjakan yang terjadi selama pandemi Covid-19.

Preeklamsia adalah penyakit yang telah dikenal sejak zaman kuno. Gejala penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh Hippocrates sekitar tahun 400 SM, menjadikannya salah satu penyakit tertua yang diakui di dunia. Meskipun demikian, penyebab pasti dari preeklamsia masih belum diketahui. Beberapa peneliti percaya bahwa preeklamsia lebih dari satu jenis penyakit. Sayangnya, pengobatan untuk kondisi ini belum banyak berubah dalam 100 tahun terakhir.

Dengan meningkatnya angka komplikasi kehamilan, penting untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan ibu hamil dan mencari solusi yang lebih baik untuk masalah ini.

library_books Wsj