Platform media sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, baru-baru ini mengalami serangan siber besar-besaran yang menyebabkan gangguan pada akses layanan bagi ribuan penggunanya. Musk mengungkapkan hal ini setelah menerima banyak laporan tentang kesulitan yang dialami pengguna saat mencoba mengakses platform tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun X-nya, Musk menyatakan, "Kami diserang setiap hari, tetapi serangan ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Ini menunjukkan bahwa mungkin ada kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau sebuah negara yang terlibat." Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai serangan ini.
Pada hari Senin, pengguna melaporkan bahwa mereka mengalami masalah akses selama beberapa jam. Menurut informasi dari situs Downdetector.com, keluhan tentang gangguan ini mulai meningkat sekitar pukul 6 pagi dan 10 pagi waktu Pantai Timur Amerika Serikat.
Musk kemudian memberikan wawancara kepada stasiun televisi Fox Business, di mana ia berkata bahwa meskipun pihaknya belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi, serangan tersebut berasal dari alamat IP yang teridentifikasi "dari wilayah Ukraina". Namun, penting untuk dicatat bahwa belum ada bukti konkret yang mendukung klaim ini. Para ahli keamanan TI memperingatkan bahwa alamat IP, yang digunakan komputer untuk terhubung ke internet, sangat mudah untuk dipalsukan atau disembunyikan.
Musk dan timnya akan terus menyelidiki asal-usul serangan ini dan dampaknya terhadap pengguna. Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan siber di era digital saat ini, di mana serangan seperti ini dapat mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Elon Musk X serangan siber cyberattack pengguna IT