Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Aliran Modal Asing Keluar dari Indonesia Capai Rp1,31 Triliun

Aliran Modal Asing Keluar dari Indonesia Capai Rp1,31 Triliun

Bank Indonesia (BI) baru saja mengumumkan bahwa aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia mencapai angka yang cukup besar, yaitu Rp1,31 triliun dalam sepekan terakhir. Hal ini tercatat dari data transaksi yang dilakukan antara tanggal 9 hingga 12 September 2024.

Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan dalam keterangan resminya pada tanggal 13 September 2024 bahwa nonresiden atau investor asing tercatat melakukan jual neto sebesar Rp1,31 triliun. Artinya, mereka lebih banyak menjual investasi mereka dibandingkan membeli.

Rincian dari aliran modal ini menunjukkan bahwa di pasar Surat Berharga Negara (SBN), terdapat jual neto sebesar Rp0,18 triliun. Sementara itu, di pasar saham, investor asing justru melakukan beli neto sebesar Rp2,46 triliun. Namun, di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), mereka mencatatkan jual neto yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp3,59 triliun.

Meski dalam sepekan terakhir terjadi pengeluaran modal, jika dilihat dari data sepanjang tahun 2024, nonresiden masih tercatat melakukan beli neto yang cukup besar. Hingga 12 September 2024, mereka tercatat membeli neto sebesar Rp10,37 triliun di pasar SBN, Rp31,47 triliun di pasar saham, dan Rp184,03 triliun di pasar SRBI.

Data ini menunjukkan dinamika yang terjadi di pasar keuangan Indonesia. Meskipun ada penarikan modal asing dalam jangka pendek, investor asing masih menunjukkan minat berinvestasi di Indonesia dalam jangka panjang.

Aliran modal asing merupakan salah satu indikator penting dalam melihat kesehatan ekonomi suatu negara. Ketika investor asing melakukan investasi, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka percaya terhadap prospek ekonomi Indonesia. Namun, ketika terjadi penarikan modal, hal ini bisa menandakan kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian.

Dengan demikian, Bank Indonesia terus memantau perkembangan ini dan berusaha menjaga stabilitas pasar keuangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

library_books Idx Channel