Di kawasan Timur Tengah, dari Beirut hingga Amman, serta Ramallah dan Tel Aviv, ketakutan kolektif muncul kembali setiap kali gempa mengguncang. Hukum alam tidak mengenal isu geopolitik, batas, atau konflik. Puluhan juta orang tinggal di sepanjang Sesar Laut Mati, yang merupakan zona bahaya seismik utama.
Zona patahan ini terletak di dasar Laut Mediterania bagian timur, membentang sepanjang 1.200 kilometer dari Teluk Aqaba hingga Turki. Patahan ini terletak di pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu Lempeng Afrika dan Lempeng Arab. Wilayah ini mencakup negara-negara seperti Palestina, Israel, Yordania, Lebanon, dan Suriah.
Dalam beberapa dekade terakhir, beberapa gempa bumi dengan intensitas rendah telah mengguncang kawasan ini, termasuk yang terjadi pada bulan Juli lalu. Namun, gelombang guncangan dari gempa yang menimpa Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023, telah membangkitkan ketakutan lama yang tidak pernah dilupakan. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan yang menghantui: Apakah Timur Tengah akan menghadapi bencana besar suatu hari nanti? Apakah kawasan ini sudah siap?
Meskipun ancaman seismik bukanlah masalah utama di kawasan ini sehari-hari, penumpukan pengalaman di tahun-tahun terakhir telah meninggalkan jejak. Banyak orang khawatir bukan lagi soal apakah akan ada gempa besar di wilayah ini, tetapi kapan terjadinya.
Ketakutan ini sejalan dengan pendapat para ahli, yang melihat pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.
gempa bumi Timur Tengah ketakutan bencana zona berbahaya