Jenny Abramson, seorang mahasiswa di Stanford pada tahun 1997, merasakan dampak besar dari keberadaan perempuan dalam dunia bisnis. Saat itu, ibunya, Patty, mendirikan Women’s Growth Capital Fund. Jenny mengingat, “Di sekolah, saya dikelilingi oleh sejuta wanita luar biasa,” namun, dia belum sepenuhnya memahami mengapa pendiri perempuan memerlukan perusahaan modal ventura khusus.
Tujuh tahun kemudian, Jenny Abramson mengubah pandangannya. Sekarang, dia telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $250 juta untuk Rethink Impact. Perusahaan ini dikenal sebagai firma modal ventura terbesar yang didedikasikan untuk mendanai CEO perempuan. Dana yang baru saja dikumpulkan ini merupakan yang ketiga dan terbesar bagi Abramson dan rekan mitra pengelolanya, Heidi Patel, sejak tahun 2017.
Kenaikan dana ini hampir dua kali lipat dari total aset yang mereka kelola sebelumnya. Keberhasilan besar ini menunjukkan komitmen yang semakin meningkat untuk mendukung kepemimpinan perempuan dalam bisnis.
Penting untuk dicatat, bahwa dana yang baru saja ditutup ini tidak hanya mengenai jumlah yang dikumpulkan, tetapi juga siapa saja yang turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. Ini menandai kemajuan yang signifikan dalam dunia investasi, khususnya bagi perempuan yang memimpin perusahaan.
Rethink Impact pendanaan CEO perempuan