Dalam perpolitikan Amerika, dana kampanye memiliki peranan yang sangat penting. Setiap pemilihan, termasuk pemilu presiden, memerlukan dana yang tidak sedikit. Baru-baru ini, kabar mengenai penggalangan dana untuk kampanye mencuat. Wakil Presiden Kamala Harris, dalam bulan pertama pencalonannya, mengumumkan telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 5,5 triliun rupiah. Dana tersebut berasal dari hampir 3 juta donor. Sementara itu, mantan Presiden Donald Trump juga tidak kalah menarik perhatian. Ia berhasil mengumpulkan dana sebesar 1,9 triliun rupiah pada periode yang sama, dengan total uang yang dimiliki mencapai 4,9 triliun rupiah hingga bulan Agustus.
Jumlah yang sangat besar ini menunjukkan betapa kuatnya dukungan dari masyarakat dalam bentuk donasi. Salah satu sumber utama dana kampanye tak lain adalah para miliarder. Menurut data dari Kristine Owram dan Bill Allison dari Bloomberg, yang menggunakan data Komisi Pemilihan Federal (FEC) hingga bulan Agustus, terdapat beberapa anggota dalam Bloomberg Billionaires Index yang menyumbangkan uang untuk kampanye Harris dan Trump.
Hasil penelitian mereka menemukan bahwa Trump menerima setidaknya 364 miliar rupiah dari 13 miliarder, sedangkan Kamala Harris mendapatkan sekitar 190 miliar rupiah dari 20 miliarder. Para miliarder ini merupakan individu yang memiliki kekayaan luar biasa. Mereka berkontribusi dengan tujuan meningkatkan pengaruh politik yang sejalan dengan pandangan mereka.
Beberapa miliarder yang mendukung salah satu kandidat, seperti Elon Musk dan Bill Ackman, tidak muncul dalam data FEC, tetapi mereka telah mengungkapkan dukungan untuk salah satu kandidat tersebut. Ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan finansial dalam dunia politik. Setelah semua, uang sering kali menjadi faktor penentu dalam sebuah pemilihan umum.
dana kampanye miliarder politik