Pikiran adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita. Setiap hari, kita berbicara dengan diri sendiri. Namun, tidak banyak orang yang mengajarkan apa itu pikiran. Dalam pandangan banyak ahli, pikiran bukanlah kebenaran mutlak. Sebaliknya, pikiran mencerminkan kondisi sistem saraf kita dan keyakinan dasar yang terbentuk dari lahir hingga usia tujuh tahun.
Pikiran juga bisa dianggap sebagai kebiasaan. Jika kita mulai mengamati pikiran kita, kita mungkin akan menyadari bahwa kita cenderung memikirkan hal yang sama berulang kali. Inilah yang disebut pola pikir. Pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh apa yang telah kita alami dalam hidup, bukan hanya oleh realitas kehidupan atau apa yang bisa kita capai di masa depan.
Seringkali, kita bereaksi terhadap pikiran kita seolah-olah itu adalah kebenaran yang mutlak. Bahkan, banyak di antara kita yang tidak pernah mempertanyakan pikiran tersebut. Tanpa disadari, pikiran-pikiran ini memengaruhi emosi kita. Emosi tersebut kemudian mendorong perilaku kita.
Namun sebagai manusia, kita memiliki kekuatan luar biasa dalam diri kita. Kita bisa beradaptasi, memulai yang baru, sembuh, dan berkembang selama kita masih bernapas. Pikiran bukanlah kebenaran absolut. Dengan mempertanyakan pikiran kita dan bertindak sesuai dengan siapa yang ingin kita jadi, kehidupan akan mencerminkan kembali cara baru untuk menjalani hidup.
Lebih banyak pintu kesempatan bisa terbuka, dan lebih banyk orang baru bisa masuk ke dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, penting untuk menjadi penyembuh diri sendiri dan memahami bahwa kita memiliki kendali atas pikiran dan tindakan kita.
pikiran kesehatan mental pengaruh pengalaman