Kepala kesehatan Hong Kong menghadapi kritik setelah terlambat mengumumkan kematian seorang pria akibat infeksi langka yang disebabkan oleh serangan monyet. Para ahli menyarankan bahwa pengumuman yang lebih cepat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong pengobatan dini.
Menurut laporan dari Pusat Perlindungan Kesehatan yang dirilis pada hari Kamis dalam publikasi bulanan mereka, seorang pria berusia 37 tahun yang sebelumnya sehat meninggal dunia pada tanggal 18 Juni tahun lalu setelah diserang oleh monyet liar pada bulan Februari. Setelah serangan tersebut, dia dinyatakan positif terinfeksi virus B dan mengalami syok sehari sebelum kematiannya.
Pria ini menjadi kasus manusia pertama yang terkonfirmasi terinfeksi virus B di Hong Kong. Virus B adalah sejenis virus herpes yang umumnya ditemukan pada monyet macaque, dan dapat berbahaya bagi manusia jika terinfeksi.
Para ahli kesehatan mendesak pihak berwenang untuk lebih cepat dalam memberikan informasi terkait kasus infeksi semacam ini agar masyarakat lebih waspada dan dapat segera mencari pengobatan. Hal ini diharapkan dapat mencegah kasus serupa terjadi di masa depan, serta melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Kematian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama di daerah yang memiliki populasi monyet liar. Dengan mengetahui lebih awal, diharapkan masyarakat bisa mengambil tindakan yang tepat dan cepat.
Hong Kong virus B kematian monyet kesehatan