Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Hari Jadi ke-528 Ponorogo: Parade Reog Obyog Penuh Pesona

Pemerintah Kabupaten Ponorogo merayakan Hari Jadi ke-528 dengan tajuk “Serenade Langit Tembaga.” Tajuk ini diambil dari keindahan sore hari, saat sinar matahari yang rendah di cakrawala memberikan cahaya hangat yang memancarkan warna tembaga.

Acara peringatan ini berlangsung pada Sabtu, 24 Agustus, dan menampilkan parade Reog Obyog di Jalan Alun-alun Utara Ponorogo. Dalam parade tersebut, 50 grup Reog Obyog yang berasal dari 21 kecamatan berpartisipasi, menunjukkan keindahan budaya daerah ini.

Penonton disuguhkan dengan berbagai pertunjukan, seperti kibasan dadhak merak yang dipersembahkan oleh pembarong, tarian anggun dari jahtil, dan kelincahan penari bujangganong. Iringan musik yang harmonis menambah suasana meriah, membius ribuan masyarakat yang hadir.

Ribuan penonton terlihat melingkar untuk menikmati pemandangan yang menawan, layaknya nyanyian langit tembaga yang diharapkan dapat membuat jati diri Ponorogo semakin melenting.

Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyatakan bahwa reog tidak hanya merupakan kebanggaan daerah, tetapi juga harapan untuk maju. Ia menambahkan bahwa kesenian ini akan segera ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Dunia.

Bupati Sugiri menekankan pentingnya peran seniman dan masyarakat dalam pencapaian ini. “Terima kasih atas perjuangannya selama ini mengantarkan reog Ponorogo sebentar lagi ditetapkan menjadi ICH UNESCO. Panjenengan semua lah yang sangat berjasa, saya hanya mengorkestrasi dari perjuangan banyak pihak,” ucapnya.

library_books Prokopim Ponorogo