Pada tanggal 26 Agustus 2024, Pavel Durov, seorang miliarder teknologi berusia 39 tahun yang berasal dari Rusia dan pendiri aplikasi pesan populer Telegram, ditangkap oleh pihak berwenang Prancis. Penangkapan ini terjadi dalam konteks penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung.
Pihak kejaksaan menuduh bahwa Telegram telah memfasilitasi penyebaran materi perlakuan terhadap anak, perdagangan obat terlarang, terorisme, dan berbagai kegiatan ilegal lainnya. Mereka berpendapat bahwa aplikasi ini memiliki moderasi konten yang lemah serta kurangnya kerjasama dengan penegak hukum.
Penangkapan Durov telah memicu perdebatan global mengenai tanggung jawab platform media sosial. Banyak pihak mempertanyakan batasan kebebasan berekspresi di dunia maya serta kemungkinan konsekuensi bagi eksekutif teknologi ketika platform mereka terlibat dalam kegiatan kriminal.
Saat ini, publik diundang untuk berpendapat tentang situasi yang berkembang ini. Apakah platform seperti Telegram seharusnya bertanggung jawab atas konten yang dibagikan oleh penggunanya? Ataukah hal ini justru mengancam kebebasan berbicara di internet?
Telegram Pavel Durov penangkapan Prancis