Pada malam Rabu, serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah PBB di Gaza, yang mengakibatkan setidaknya 18 orang tewas. Di antara korban terdapat enam pekerja dari Badan Pengungsi Palestina Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA). Ini adalah kejadian dengan jumlah korban terbanyak dalam satu insiden sejak perang dimulai pada 7 Oktober.
Serangan tersebut terjadi di sekolah al-Jaouni yang terletak di kamp pengungsi Nuseirat. Pada saat serangan berlangsung, sekitar 12.000 orang Palestina yang terlantar sedang berlindung di dalam sekolah tersebut. UNRWA menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan tragedi besar bagi masyarakat yang sedang berjuang di Gaza.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, UNRWA menekankan, “Tidak ada yang aman di Gaza. Tidak ada yang terhindar.” Ungkapan ini menggambarkan situasi sulit yang dihadapi oleh para pengungsi di wilayah tersebut.
Israel Gaza serangan udara UNRWA sekolah