Direktorat Perfilman, Musik, dan Media dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengambil langkah penting sejak tahun 2013. Tindakan yang mereka lakukan adalah digitisasi film, agar dapat mengubah format film dari seluloid ke format digital. Hal ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan untuk melestarikan warisan budaya nasional.
Film seluloid adalah film yang menggunakan bahan kimia untuk menyimpan gambar. Namun, seiring berjalannya waktu, film ini dapat rusak dan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, proses digitisasi menjadi sangat penting untuk menjaga agar film-film ini tetap bisa ditonton oleh generasi mendatang.
Selain digitisasi, Kemendikbudristek juga melaksanakan program restorasi film klasik. Tujuan dari program ini adalah untuk menyelamatkan dan melestarikan materi film-film nasional yang dianggap klasik dan memiliki nilai sejarah. Dengan restorasi, film-film ini dapat dikembalikan ke kondisi terbaiknya, serta dipertunjukkan kepada masyarakat. Proses restorasi dapat meliputi perbaikan gambar, suara, dan warna, sehingga bisa lebih menarik untuk ditonton.
Program ini adalah bagian dari usaha untuk menjaga catatan kejayaan sinema tanah air. Sinema Indonesia memiliki banyak karya yang patut mendapat perhatian dan perlindungan agar tidak hilang begitu saja. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai tema ini, Anda dapat menyaksikan program "Mata Indonesia" yang mengangkat tema “Restorasi Sinema Indonesia”. Acara ini akan disiarkan pada hari Kamis, 12 September 2024, pukul 10.00 WIB, di stasiun televisi tvOne dan juga bisa disaksikan secara live streaming.
Restorasi film Kemendikbudristek sinema Indonesia