Warga Hong Kong diimbau untuk tidak mengonsumsi produk keju mentah asal Perancis yang diproduksi oleh Perrin Vermot. Keju ini terdeteksi terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang memproduksi racun Shiga, yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi manusia.
Menurut Pusat Keamanan Pangan, lembaga yang bertanggung jawab untuk mengawasi keamanan makanan di Hong Kong, sebuah pemberitahuan penarikan produk dikeluarkan pada malam Minggu. Produk yang terkontaminasi adalah Morbier Jean Perrin 1/4 x 2 yang diimpor dari Perancis, dengan tanggal kedaluwarsa pada 15 Maret.
Pusat tersebut menjelaskan bahwa mereka telah menghubungi Chef’s Garden, importir lokal, sebelum menerima informasi dari Komisi Eropa mengenai penarikan produk tersebut di Perancis dan negara lainnya.
Chef’s Garden sebelumnya telah mengimpor total delapan roda keju dengan berat 13,7 kg yang kemudian didistribusikan ke salah satu pengecer di Hong Kong, yaitu Feather & Bone. Setelah mendapatkan informasi mengenai kontaminasi, importir segera menghentikan penjualan, membuang produk yang tidak terjual, dan memulai proses penarikan produk dari pasaran.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa dan sumber makanan yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Jika Anda telah membeli keju tersebut, disarankan untuk tidak mengonsumsinya dan mengembalikannya ke tempat pembelian.
Keju mentah, meskipun sering dianggap sebagai makanan lezat, dapat membawa risiko kesehatan jika tidak diproduksi atau ditangani dengan benar. Bakteri E. coli yang memproduksi racun Shiga dapat menyebabkan gejala seperti diare parah, muntah, dan bahkan komplikasi serius lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan pangan dan produk yang ditarik, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi Pusat Keamanan Pangan.
Hong Kong keju bakteri E. coli Perrin Vermot