Ritual Jamasan Gong Kyai Pradah kini diakui sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang penting di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun pada dua momen spesial, yaitu pada tanggal 1 Syawal yang jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri dan pada tanggal 12 Rabiulawal, yang merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Gong Kyai Pradah sendiri adalah pusaka yang dihormati oleh masyarakat setempat. Dalam tradisi ini, dilakukan prosesi siraman atau penyiraman darah pusaka sebagai simbol untuk melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang. Dalam bahasa lokal, 'nguri-nguri' berarti merawat atau menjaga budaya agar tetap hidup dan dikenang oleh generasi selanjutnya.
Acara Jamasan Gong Kyai Pradah tahun ini akan diselenggarakan di Aloon-aloon Lodoyo pada hari Selasa, 17 September 2024. Masyarakat diundang untuk hadir dan memeriahkan upacara ini. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga dan pengunjung untuk bersama-sama merayakan warisan budaya yang dimiliki Blitar.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keunikan dan kekayaan budaya Indonesia dalam acara Jamasan Gong Kyai Pradah. Acara ini menjadi salah satu bentuk perayaan yang menjaga hubungan antara masyarakat dengan tradisi dan sejarah yang telah ada sejak lama.
Jamasan Gong Kyai Pradah Blitar budaya Indonesia