Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, Bela Kebijakan Imigrasi di Parlemen

Pada hari Rabu, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, berbicara di hadapan parlemen Jerman dan mempertahankan kebijakan imigrasi pemerintahnya. Scholz menekankan pentingnya Jerman untuk menarik tenaga kerja terampil dari luar negeri, terutama di saat populasi pekerja di negara tersebut semakin menyusut.

"Tidak ada negara di dunia dengan populasi pekerja yang menyusut yang dapat mengalami pertumbuhan ekonomi. Itulah kebenaran yang harus kita hadapi," ujar Scholz di Bundestag, yang merupakan lembaga legislatif Jerman.

Pernyataan Scholz datang setelah terjadinya pembicaraan tingkat tinggi mengenai kebijakan imigrasi di Berlin pada hari Selasa yang berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Partai oposisi, Christian Democrats (CDU/CSU), menyatakan bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan lebih lanjut dengan koalisi pemerintah yang terdiri dari Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan Partai Demokrat Bebas.

Dalam debat tersebut, Scholz terlibat argumen dengan oposisi konservatif. Ia mengkritik mereka karena hanya berfokus pada retorika di media kanan tanpa melakukan negosiasi yang baik mengenai perubahan kebijakan imigrasi. "Cuma slogan, tidak ada hasil yang didapat," pekiknya kepada anggota parlemen dari blok tengah-kanan.

Scholz juga menekankan bahwa Jerman harus tetap terbuka terhadap imigrasi tetapi tetap mengontrol jumlah kedatangan. "Kami adalah negara yang memberikan perlindungan kepada mereka yang dikejar secara politik, yang melarikan diri dari ancaman, dan hal itu sudah tercantum dalam konstitusi kita," jelas Scholz.

Akhir-akhir ini, politisi utama di Jerman menghadapi tantangan terkait isu imigrasi setelah terjadinya serangan fatal menggunakan pisau di Solingen, di mana pelaku yang diduga berasal dari Suriah dan berstatus terancam deportasi. Sukses pemilihan negara bagian untuk partai populis kanan jauh, Alternative for Germany (AfD), di Sachsen dan Thüringen juga membawa isu imigrasi ke garis depan pembicaraan masyarakat.

library_books Dwnews