Desa Jabung berpartisipasi dalam Festival Durian Nak’nan Panekan 2025 dengan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa mereka. Festival ini menjadi ajang penting bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat beragam produk lokal.
Di stand UMKM Desa Jabung, pengunjung dapat menemukan berbagai macam produk, tidak hanya durian yang terkenal. Terdapat juga aneka keripik, kopi, sambal pecel, dan minuman tradisional yang siap menggugah selera. Menurut Rochmat, Kamituwo Desa Jabung, produk-produk ini adalah hasil dari usaha dan kreativitas masyarakat setempat.
Rochmat menjelaskan bahwa Desa Jabung memiliki beberapa produk unggulan, antara lain durian lokal yang dikenal lezat, bubuk jahe, dan kunyit asem yang diberi nama "Diqtira". Selain itu, sambal pecel yang diproduksi mencapai 300 kilogram per hari juga menjadi salah satu daya tarik. Produk keripik dari "Dhanira" menawarkan berbagai pilihan seperti keripik ubi, keripik pisang, keripik talas, dan keripik pare. Tak ketinggalan, Java Kopi Lawu, produk kopi yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan tersedia di berbagai marketplace.
Menurut data, saat ini terdapat sekitar 70 pelaku UMKM di Desa Jabung. Mereka terdiri dari individu maupun kelompok yang bekerja sama untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan adanya festival ini, diharapkan produk-produk desa dapat lebih dikenal dan meningkatkan perekonomian lokal. Mbah Wo, sapaan akrab Rochmat, menambahkan bahwa dukungan dari masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk memajukan UMKM di desa mereka.
Festival Durian Nak’nan Panekan 2025 tidak hanya menjadi tempat promosi produk, tetapi juga merupakan momen untuk merayakan hasil kerja keras para pelaku UMKM. Dengan semangat kebersamaan, Desa Jabung berharap dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.
UMKM Desa Jabung Festival Duren produk unggulan kopi