Pada hari Rabu, Israel melancarkan serangan udara di sebuah sekolah yang telah dialihfungsikan menjadi tempat perlindungan di Gaza bagian tengah. Akibat serangan ini, setidaknya 18 orang kehilangan nyawa, termasuk enam staf dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Insiden ini menjadi yang terburuk dalam hal jumlah pekerja PBB yang tewas dalam satu kejadian selama konflik yang sedang berlangsung. Serangan ini menunjukkan betapa rentannya situasi di wilayah tersebut, di mana sekolah-sekolah sering kali digunakan sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari kekerasan.
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.” Ia menyerukan agar tindakan serupa dihentikan, menekankan perlunya menghormati hukum kemanusiaan internasional yang dirancang untuk melindungi warga sipil dalam situasi konflik.
Serangan ini meningkatkan kekhawatiran akan keamanan anak-anak dan warga sipil di Gaza. Dalam situasi seperti ini, banyak orang yang mencari perlindungan di tempat-tempat yang seharusnya aman, namun masih terancam oleh aksi militer.
Gaza serangan udara PBB Unrwa pelanggaran hukum internasional