Pada Rabu, 11 September, terjadi serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, yang menyebabkan banyak korban jiwa. Salah satu serangan yang paling mematikan adalah serangan yang menghantam sebuah sekolah di kamp pengungsi Nuseirat. Dalam insiden ini, setidaknya 17 orang dilaporkan tewas, termasuk enam staf dari Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (Unrwa). Ini merupakan jumlah tertinggi korban di kalangan pekerja PBB dalam satu insiden selama perang ini.
Hamas, kelompok yang menguasai Gaza, mengatakan siap untuk menerapkan kesepakatan gencatan senjata "segera" dengan Israel berdasarkan proposal sebelumnya dari Amerika Serikat. Namun, mereka menyatakan akan menerima kesepakatan tersebut tanpa syarat baru. Meskipun telah ada negosiasi selama berbulan-bulan mengenai kesepakatan gencatan senjata, hasilnya belum membuahkan hasil.
Hari itu juga, sejumlah peristiwa lain terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung. Dua pejabat AS memberi tahu media bahwa pemerintah Amerika Serikat telah membantu pemulangan jenazah Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis pro-Palestina berusia 26 tahun yang tewas akibat tembakan Israel saat protes di Tepi Barat yang diduduki.
Beberapa anggota parlemen AS meminta untuk dilakukannya penyelidikan independen terkait pembunuhan Eygi. Di sisi lain, serangan yang dilakukan di lingkungan Nasr, kota Gaza barat, mengakibatkan setidaknya tiga orang tewas dan tujuh lainnya terluka. Di Tulkarm, di Tepi Barat yang diduduki, dua warga Palestina juga tewas akibat serangan Israel lainnya.
Selain itu, serangan di kawasan Tuffah, Gaza City, mengakibatkan lima orang tewas, termasuk seorang wanita dan seorang anak. Di Lebanon selatan, sebuah drone Israel menargetkan sebuah sepeda motor, menewaskan dua orang. Israel juga menyerang kota Khiam di Lebanon selatan dengan amunisi putih fosfor.
Mengenai kesehatan anak-anak di Gaza, Unrwa melaporkan bahwa hampir 530.000 anak telah divaksinasi terhadap polio. Dalam serangan lain yang terjadi, sebuah serangan udara Israel menghancurkan rumah keluarga Abu Chalouf di al-Mawasi, selatan Gaza, menewaskan empat orang dan melukai 15 lainnya.