Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Debat Calon Presiden: Trump dan Harris Saling Serang di Philadelphia

Debat calon presiden antara Donald Trump dan Kamala Harris berlangsung kemarin malam di Philadelphia, Pennsylvania. Debat ini menarik perhatian banyak orang, terutama di media sosial. Banyak pengguna platform tersebut memposting meme yang mengomentari pernyataan-pernyataan Trump yang kontroversial.

Di antara pernyataan yang menarik perhatian adalah klaim Trump yang menyatakan bahwa Harris "ingin melakukan operasi transgender pada imigran ilegal di penjara." Ia juga mengklaim bahwa enam negara bagian di AS mengizinkan "melaksanakan eksekusi" terhadap bayi yang baru lahir. Tentu saja, pernyataan-pernyataan ini memicu banyak reaksi dari publik.

Salah satu pencapaian Trump dalam debat adalah ketika ia menyebut bahwa ia berkomunikasi dengan pria yang dikenal sebagai pemimpin Taliban bernama "Abdul." Trump mengatakan, "Saya berkata kepadanya untuk berhenti membunuh tentara AS. Dia menjawab, ‘Kenapa kamu mengirimi saya foto rumah saya?’ Saya katakan, ‘Kamu harus mencari tahu itu, Abdul.’"

Pernyataan ini memicu banyak tanggapan lucu di media sosial. Seorang pengguna bernama Abdul berkomentar, "Oh Tuhan, apakah Trump berbicara tentang saya lagi? Dia terobsesi." Komen tersebut langsung mencuri perhatian banyak orang di X.

Trump juga menyebarkan klaim bahwa imigran Haiti mencuri dan memakan kucing dan anjing milik warga AS, serta melakukan pemenggalan itik di taman Springfield, Ohio. Namun, pejabat kota Springfield segera menanggapi dan menjelaskan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Meskipun Harris juga menghadapi kritik, banyak yang sepakat bahwa dia menjawab pertanyaan dengan lebih baik dibandingkan Trump. Dengan demikian, banyak yang menyebutnya sebagai pemenang debat.

Dalam debat tersebut, keduanya juga menyentuh isu penting yaitu konflik Israel di Gaza. Baik Trump maupun Harris menunjukkan pandangan serupa mengenai dukungan terhadap Israel. Trump berupaya menggambarkan dirinya sebagai pendukung Israel yang lebih kuat, menyalahkan Harris karena tidak bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat dia berkunjung ke Kongres pada bulan Juli, karena Harris memilih untuk menghadiri "pesta sorority" alih-alih.

Trump menambahkan, "Dia benci Israel. Pada saat yang sama, dengan caranya sendiri, dia membenci populasi Arab." Menanggapi pernyataan itu, Harris menegaskan dukungannya terhadap "hak Israel untuk membela diri." Dia juga mengutuk serangan yang dilakukan oleh Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober dan menyerukan gencatan senjata serta solusi dua negara.

library_books Middleeasteye