Seorang jurnalis mengungkapkan keprihatinan tentang pengaruh tindakan Israel di wilayah Palestina, khususnya dampaknya terhadap Yordania dan negara-negara Arab lainnya. Dalam sebuah investigasi oleh BBC, terungkap bahwa pemukim Israel mengambil alih sejumlah besar tanah melalui pos pertanian yang ilegal, baik menurut hukum Israel maupun hukum internasional.
Pada bulan Februari, Moshe Sharvit, seorang pemukim yang telah dikenakan sanksi oleh Inggris dan AS karena kekerasan terhadap warga Palestina, mengadakan acara terbuka di posnya. Dalam acara tersebut, Sharvit menjelaskan strategi dan keberhasilannya dalam merebut tanah. Ia mengungkapkan, "Penyesalan terbesar ketika kami (pemukim) membangun pemukiman adalah kami terjebak di dalam pagar dan tidak bisa berkembang. Pertanian sangat penting, tetapi yang paling penting bagi kami adalah daerah sekitarnya."
Sharvit mengklaim menguasai luas tanah sebesar 7.000 dunam, yang setara dengan 7 kilometer persegi. Dalam proses penguasaan tanah ini, pemukim sering kali melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap petani Palestina. Kini, terdapat 196 pos pertanian yang ilegal, dan jumlahnya telah meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Selain itu, sebuah organisasi hak asasi manusia Israel bernama Peace Now menemukan bukti bahwa dua organisasi yang memiliki keterkaitan resmi dengan negara Israel mendanai pengambilalihan tanah tersebut. Tindakan pemukim sering kali tidak dapat dibedakan dari tindakan tentara Israel, di mana mereka saling mendukung dalam upaya mengusir petani Palestina dari tanah mereka.
Masyarakat internasional, termasuk AS, Inggris, dan negara-negara Uni Eropa, seharusnya memperhatikan situasi ini. Karena di dua pertiga wilayah Tepi Barat, perjuangan Palestina untuk mendapatkan hak atas tanah dan kedaulatan sedang terancam. Setiap pengambilalihan tanah merupakan bagian dari konflik yang lebih besar, di mana Israel berperan aktif.
Dari fakta-fakta tersebut, menunjukkan bahwa pola tindakan Israel tidak hanya berdampak pada wilayah sekitarnya tetapi juga mendorong ketegangan dan kebencian terhadap negara-negara tetangganya.
Tantangan Yordania Tindakan Israel Pengambilalihan Tanah