Pada hari Rabu pagi, pasar keuangan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda penurunan yang berpotensi terkait dengan berkurangnya kemungkinan Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden. Saham-saham AS dibuka lebih rendah, meskipun sebagian dari penurunan ini dipicu oleh data inflasi inti yang lebih tinggi daripada yang diprediksi. Data inflasi menunjukkan bahwa harga-harga barang dan jasa meningkat, yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat dan investor.
Di samping itu, nilai dolar AS mengalami penurunan, tetapi ketidakstabilan ini kembali reda setelah keluarnya data inflasi tersebut. Namun, aset-aset keuangan lainnya menampilkan perubahan yang signifikan terhadap kemungkinan kemenangan Trump.
Bitcoin, salah satu mata uang digital paling dikenal, mengalami penurunan nilai yang cukup tajam. Sementara itu, saham Trump Media and Technology, yang biasanya bergerak seiring dengan kemungkinan kemenangannya, turun hingga 17%. Ini menunjukkan bahwa investor mulai meragukan peluang Trump untuk kembali ke kursi kepresidenan.
Menurut Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone, "Setelah debat Trump versus Harris, jelas bahwa pasar menganggap Harris keluar sebagai pemenang." Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari penyanyi pop terkenal, Taylor Swift, terhadap Kamala Harris menjadi faktor positif bagi kandidat Demokrat tersebut. Dukungan publik dari tokoh terkenal sering kali dapat mempengaruhi pilihan pemilih, terutama di kalangan pemuda.
Kejadian ini menggambarkan betapa pentingnya debat-debat dalam menentukan persepsi pasar terhadap calon presiden dan dampaknya terhadap ekonomi. Dengan hasil debat yang diinterpretasikan oleh pasar, banyak yang mulai merumuskan strategi investasi baru menjelang pemilihan mendatang.
pasar keuangan Trump Harris Bitcoin inflasi