Pemerintah Amerika Serikat berencana melakukan pemotongan anggaran yang signifikan terhadap National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sebuah lembaga yang bertanggung jawab dalam memantau cuaca dan penelitian lingkungan. Pemotongan ini termasuk pengurangan staf hingga setengah dari jumlah karyawan yang ada saat ini, yang mencapai sekitar 12.000 orang di seluruh dunia.
NOAA memiliki lebih dari setengah karyawannya yang merupakan ilmuwan dan insinyur. Tugas mereka adalah mempelajari langit, lautan, serta kehidupan laut, dan memprediksi perubahan yang akan terjadi. Pekerjaan ini sangat penting untuk berbagai sektor, termasuk penerbangan, perikanan, penelitian iklim, serta eksplorasi minyak dan gas lepas pantai. Terutama dalam pemodelan cuaca yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut laporan, para karyawan NOAA telah diberitahu untuk bersiap menghadapi pemotongan anggaran hingga 30 persen. Jika pemotongan ini benar-benar terjadi, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya bagi ekonomi Amerika Serikat, tetapi juga bagi keselamatan warga. Ini karena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dapat berdampak pada daerah yang semakin padat penduduk.
Lembaga NOAA berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat tentang cuaca, yang membantu masyarakat dan berbagai industri untuk merencanakan kegiatan mereka. Tanpa dukungan yang memadai, kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan ini bisa terganggu.
Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi akibat perubahan iklim, pemotongan anggaran ini akan menambah kesulitan dalam upaya untuk memahami dan mengatasi masalah yang timbul. Hal ini juga dapat memengaruhi penelitian yang diperlukan untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak negatif perubahan iklim.
NOAA pemotongan anggaran cuaca Donald Trump iklim