Jakarta, 22 Februari 2025 – Sebuah investigasi oleh WIRED mengungkapkan bahwa Google menyediakan opsi bagi pemasar untuk menargetkan orang-orang yang mengalami penyakit serius dan masalah keuangan, meskipun hal ini bertentangan dengan kebijakan publik perusahaan. Hal ini terungkap melalui penggunaan platform pemasaran Display & Video 360 (DV360) yang dimiliki Google.
DV360, yang merupakan salah satu platform pemasaran terkemuka, memungkinkan perusahaan di seluruh dunia untuk menargetkan perangkat di Amerika Serikat berdasarkan daftar pengguna internet yang diyakini mengalami penyakit kronis dan kesulitan finansial. Data yang diperoleh dari seorang broker data di AS menunjukkan bahwa DV360 saat ini memiliki ratusan bahkan ribuan segmen audiens yang sensitif.
Data tersebut pertama kali diperoleh oleh Irish Council for Civil Liberties (ICCL), yang merupakan lembaga hak asasi manusia tertua dan independen di Irlandia. Data ini mengungkapkan bahwa ada segmen yang menargetkan ratusan juta pengguna perangkat, dengan fokus pada kondisi kesehatan seperti nyeri kronis, menopause, fibromyalgia, psoriasis, arthritis, kolesterol tinggi, dan hipertensi.
Menurut Erica Walsh, juru bicara Google, "Kebijakan kami tidak mengizinkan segmen audiens digunakan berdasarkan informasi sensitif seperti pekerjaan, kondisi kesehatan, atau status keuangan." Namun, banyak segmen dalam data tersebut jelas ditargetkan kepada rumah tangga dan bisnis yang mengalami kesulitan keuangan, seperti orang-orang yang sedang dalam proses kebangkrutan atau terbebani utang jangka panjang.
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai etika pemasaran dan perlindungan data pribadi, terutama bagi mereka yang sudah dalam situasi yang sulit. Dengan semakin banyaknya informasi pribadi yang diakses oleh pemasar, penting bagi kita untuk memahami bagaimana data tersebut digunakan dan dampaknya terhadap individu.
Investigation ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama dalam era digital di mana data pribadi semakin rentan terhadap penyalahgunaan. Bagi banyak orang, mengetahui bahwa informasi kesehatan dan keuangan mereka bisa digunakan untuk tujuan pemasaran tanpa persetujuan jelas menjadi isu yang mengkhawatirkan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca investigasi lengkapnya melalui tautan di bio.
Google pemasaran kesehatan utang investigasi WIRED