Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Memperingati 23 Tahun Serangan 11 September di AS

Setiap tahun, jutaan orang di Amerika Serikat memperingati serangan teroris yang terjadi pada 11 September 2001. Tahun ini, mereka mengenang kejadian tersebut di Ground Zero, lokasi bekas World Trade Center di New York, tepat 23 tahun setelah serangan itu berlangsung.

Dalam acara peringatan yang dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden, nama-nama hampir 3.000 korban dibacakan. Ketika momen terjadinya serangan pesawat ke dalam gedung dimulai, sebuah lonceng dibunyikan sebagai tanda penghormatan. Biden menyampaikan pesan penting, "Pada hari ini 23 tahun yang lalu, para teroris percaya bahwa mereka bisa mematahkan semangat kita. Mereka salah. Mereka akan selalu salah. Dalam saat-saat tergelap, kita menemukan cahaya."

Acara peringatan ini juga menjadi momen yang unik, karena para kandidat presiden, Donald Trump dan Kamala Harris, bertemu di lokasi yang sama setelah menghadiri debat televisi pertama mereka. Dalam rekaman televisi, terlihat keduanya saling berjabat tangan sebelum berdiri bersama pemimpin lainnya selama upacara tersebut.

Serangan 11 September adalah serangan teroris paling mematikan dalam sejarah, di mana para pelaku, yang berasal dari kelompok jihad asli, berhasil membajak empat pesawat. Mereka menabrakkan dua pesawat ke dalam Menara Kembar (World Trade Center) di New York. Satu pesawat lainnya menargetkan Pentagon, markas militer AS di dekat Washington DC. Pesawat keempat jatuh di Shanksville, Pennsylvania, setelah penumpang melawan para pembajak.

Akibat dari serangan ini, Amerika Serikat memulai “Perang Melawan Teror,” yang dimulai dengan invasi ke Afghanistan dan diikuti oleh perang di Irak pada tahun 2003.

library_books Tagesschau