TransTrack, sebuah startup teknologi yang memfokuskan diri pada digitalisasi operasional armada kendaraan, baru saja mengumumkan pencapaian signifikan. Perusahaan yang didirikan oleh Anggia Meisesari dan Aris Pulud Kurniawan pada bulan April 2019 ini berhasil mengumpulkan dana sebesar US$12 juta, atau sekitar Rp180 miliar, dalam putaran pendanaan Seri A. Pendanaan ini diperoleh di akhir bulan Agustus 2023.
TransTrack menyediakan solusi yang membantu perusahaan dalam mengelola armada kendaraan dan rantai pasokan. Sistem ini dikenal dengan nama "fleet operation optimizer" dan "supply chain integrator". Dengan adanya teknologi ini, perusahaan dapat memantau dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Anggia Meisesari, yang juga menjabat sebagai CEO TransTrack, menyebutkan bahwa selama satu tahun terakhir, perusahaan telah mencatat pertumbuhan yang mengesankan. "Kami melihat rata-rata pertumbuhan sebesar 20% setiap bulannya," katanya. Hal ini menunjukkan adanya minat yang tinggi dari berbagai perusahaan untuk menggunakan layanan yang ditawarkan oleh TransTrack.
Pendanaan yang baru diterima oleh TransTrack diharapkan dapat mempercepat pengembangan bisnis mereka. Terutama dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan inovasi produk. Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan teknologi dalam pengelolaan armada, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dan pelanggannya.
Dengan pendanaan ini, TransTrack berusaha untuk terus memimpin dalam industri teknologi transportasi dan menjaga pertumbuhan yang stabil di masa depan.
TransTrack pendanaan startup teknologi armada kendaraan