Setiap tahun, sekitar 1.500 wanita di Jerman kehilangan nyawa mereka karena kanker serviks. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh infeksi virus bernama human papillomavirus (HPV). Vaksinasi terhadap HPV adalah langkah penting dalam mencegah kanker serviks dan jenis kanker lainnya.
Namun, menurut laporan dari perusahaan asuransi kesehatan Jerman, Barmer, jumlah anak yang menerima vaksin HPV semakin menurun. Antara tahun 2021 dan 2022, tingkat vaksinasi turun sebanyak 23,5 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2015, yang merupakan tahun dengan angka vaksinasi tertinggi, penurunan ini mencapai 37 persen.
HPV adalah virus yang dapat menular melalui hubungan seksual dan berpotensi menyebabkan beberapa jenis kanker, termasuk kanker serviks, kanker mulut dan tenggorokan, serta kanker yang mempengaruhi organ genital pria dan wanita.
Sejak tahun 2007, Komisi Vaksinasi Permanen di Jerman telah merekomendasikan vaksinasi HPV untuk perempuan. Pada tahun 2018, rekomendasi ini juga diperluas untuk mencakup laki-laki yang berusia antara sembilan hingga empat belas tahun. Jika anak melewatkan kesempatan untuk divaksinasi dalam rentang usia tersebut, mereka masih dapat menerima vaksinasi gratis hingga usia 18 tahun. Vaksin ini sebaiknya diberikan sebelum anak melakukan hubungan seksual pertama mereka.
Penting bagi masyarakat untuk menyadari manfaat dari vaksinasi HPV, guna melindungi kesehatan generasi mendatang dan mengurangi angka kejadian kanker serviks yang dapat dicegah melalui vaksinasi ini.
Vaksin HPV kanker serviks kesehatan anak