Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pavel Durov, Pendiri Telegram, Bekerja Sama dengan Otoritas Prancis

Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, saat ini sedang bekerja sama dengan pihak berwenang Prancis. Menurut laporan dari jaksa Paris, Durov sepenuhnya mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan setelah dia dibebaskan dari penahanan polisi. Sebelumnya, Durov ditangkap bulan lalu karena tuduhan menyangkut konten yang dianggap ilegal di aplikasi pesan yang ia dirikan.

Durov dibebaskan dengan jaminan sebesar 5 juta euro. Jumlah ini setara dengan sekitar 85 miliar rupiah. Setelah dibebaskan, ia diperintahkan untuk tidak meninggalkan Prancis sementara kasusnya masih berlangsung.

Pangkalan pengguna Telegram yang luas telah menarik perhatian beragam pihak, dan penangkapan Durov banyak mengundang kritik. Banyak tokoh terkenal berpendapat bahwa penangkapan ini didasarkan pada alasan politik. Mereka berargumen bahwa Durov dihukum karena menolak untuk memberi akses belakang kepada pihak otoritas pada platformnya. Akses belakang adalah metode yang memungkinkan pihak tertentu untuk mengakses data atau informasi dari suatu sistem atau aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna.

Kritik kepada penahanan Durov mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara perusahaan teknologi dan pemerintah terkait isu privasi dan kebebasan berbicara. Sementara itu, Durov tetap berada di bawah pengawasan hukum agar tetap berada di dalam wilayah Prancis hingga proses hukum tersebut selesai.

library_books Rt