Dalam sebuah debat yang berlangsung selama hampir 90 menit, terjadi serangan argumen yang sengit antara Donald Trump dan Kamala Harris. Debat ini tidak menghasilkan pemenang yang jelas, tetapi kedua kandidat menunjukkan semangat yang tinggi. Trump, mantan presiden Amerika Serikat, tampil sangat agresif dan sering kali terlihat marah.
Ia menuduh Harris sebagai seorang sosialis dan menyebutnya sebagai "radikal kiri". Trump juga mengklaim bahwa, sebagai Wakil Presiden, Harris berperan dalam krisis inflasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan lemahnya pengawasan terhadap imigrasi. Ia menggambarkan banyak imigran yang masuk ke Amerika sebagai kriminal. Salah satu pernyataannya yang kontroversial adalah klaim bahwa beberapa imigran "makan kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya." Ini merupakan salah satu saat di mana moderator debat langsung membenarkan kesalahan informasi yang disampaikan oleh Trump.
Dari pihaknya, Harris tidak tinggal diam. Dia mengungkapkan bahwa ia sudah banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara dan bahwa banyak pemimpin dunia hanya bisa tertawa melihat perilaku Trump. Menurut Harris, para diktator dan pemerintah otoriter akan sangat mendukung Trump jika dia terpilih lagi, karena mereka tahu dapat memanipulasi dirinya dengan pujian.
Harris juga mengkritik rencana Trump yang dinilai hanya menguntungkan orang kaya melalui pemotongan pajak, serta menudingnya akan mengabaikan hak perempuan untuk melakukan aborsi. Lebih jauh, ia berpendapat bahwa jika Trump diperbolehkan menjabat kembali, Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin akan mengambil alih Ukraina. "Jika Trump masih Presiden, Putin mungkin sudah berada di Kiev sekarang," ujar Harris, menekankan keprihatinan akan kebijakan luar negeri yang kurang tegas.
Debat ini berlangsung dengan atmosfer yang panas, namun setelahnya, salah satu bintang pop terkemuka dunia, Taylor Swift, menyatakan dukungannya untuk Kamala Harris. Melalui akun Instagramnya, Swift mengumumkan bahwa ia akan memberikan suara untuk Harris dan calon Wakil Presiden Tim Walz dalam pemilihan mendatang yang akan berlangsung pada bulan November.
Pengumuman dukungan dari Taylor Swift ini menunjukkan bahwa para selebriti kini semakin berani menggunakan platform mereka untuk menyuarakan pendapat politik mereka, yang bisa mempengaruhi pilihan banyak orang muda di Amerika Serikat.
Trump Harris debat presiden Taylor Swift